Alamak, Netizen ini Keluhkan Makan Bertiga di Warung Bayar Rp 600 Ribu


Cerita Unik - Protes seorang netizen gara-gara merasa dikerjai oleh sebuah rumah makan, beberapa kali jadi viral dan mewarnai lini masa media sosial.

Yang terbaru, protes itu disuarakan oleh akun Andinn di Facebook.

Dalam protesnya, Andinn mengeluh setelah makan di sebuah rumah makan di Parepare, Sulawesi Selatan.

Ia merasa, makan di rumah makan yang menurutnya biasa, tapi dikenai harga standar restauran mewah.

Ini keluhannya yang diposting di Facebook :

Di Share yaaa

Harga makanan Warung sederhana mengalahkan  harga restaurant

Kami cuma makan bertiga dirumah makan tersebut,

3 sop sama nasi 60.000 (sopnya dengan 2 potong daging)

1 porsi cumi isinya cuma 4 potong 100.000

3 porsi udang ukuran jari jempol perporsinya 150.000 x 3 = 450.000 ( ISI 1 PORSI 10 EKOR)
Jadi total kami bayar Rp 610.000 -

Lokasi tempat KAB. BARRU ( dari arah pangkep lewati kota barru, sebelah kanan)
RUMAH MAKAN KARYA WAJO

JANGAN SAMPAI KORBAN KARENA SY MERASA KORBAN!


Postingan ini dibagikan 5.000 netizen, dan mendapat reaksi like lebih dari 6000 netizen.

Tapi, postingan Andinn ini dinilai pemilik rumah makan sebagai tuduhan yang merugikan pihaknya.

Dikutip Grid.id dari dari Tribun Timur, Sitti Rabiah, pemilik warung Rumah Makan (RM) Karya Wajo mengaku sangat kecewa dengan postingan ini.

Dia kecewa lantaran pelanggan yang tidak diketahui identitasnya itu komplain melalui Sosial Media (Sosmed) Facebook bukan secara langsung.

"Kami kecewa pak, karena itu merugikan kita punya warung dan bisa menghilangkan kepercayaan kita kepada masyarakat," kata Rabiah, Senin (24/7/2017).

"Yang jadi masalah juga kenapa dia komplain baru dia sebar di Sosmed, kalau memang dia punya niat baik, kenapa tidak tanya langsung ke kita sebagai pemilik warung, biar bisa kita jelaskan langsung," ujar Rabiah dengan nada kesal.

Ibu asal Kabupaten Wajo itu juga membantah, bahwa udang yang dijualnya dengan harga Rp 150 ribu per porsi hanya berukuran kecil atau seukuran jempol tangan, seperti yang dikatakan pemilik akun FB Andinn.

"Kalau soal harga memang betul yang dia bilang pak, tapi kalau masalah ukuran udang yang katanya hanya seperti ukuran jempol tangan itu salah besar, karena udang yang kita jual di sini besar pak dan mahal memang, namanya udang Sitto atau udang hitam," ujar Rabiah sambil memperlihatkan udangnya.

"Selain udang, cumi yang kita jual, besar juga ukurannya pak, dan harga yang kita tawarkan semua disesuaikan dengan di pasar," tambahnya.

Menurut Rabiah, udang Sitto atau udang hitam maupun cumi yang dia jual sudah sangat sesuai dengan harga yang ada di pasaran.

Di pasar, harga udang hitam (udang Sitto) sebesar Rp 150 ribu perkilogram, (berisi 12-13 udang dalam satu kilogram).

Untuk harga cumi yaitu Rp 70 ribu perkilogram, yang hanya berjumlah satu hingga dua cumi dalam perkilogramnya, tergantung ukuran cumi tersebut.

"Sementara per porsi udangnya yang kita jual di sini isinya sepuluh pak, kalau cumi empat potong dalam satu porsi. Jadi jujur pak, tidak banyakji keuntungan kita dapat dari sini, harganya mi memang," ucapnya.

Rabiah menambahkan, warga yang sebelumnya singgah makan di warungnya itu sebanyak tiga orang dan semuanya laki-laki, namun aduan yang muncul di FB seorang wanita.

"Saya harap tidak ada lagi warga yang menyebar informasi salah, menjelek jelekkan nama baik, apalagi sampai merusak kepercayaan, cukup ini pertama dan terakhir kalinya," ujar Rabiah. (*)
(sumber : grid.id

0 komentar:

Posting Komentar